Skip to main content

Sedikit Sharing: Sebuah Pengalaman Dahsyat




          Cangkir kopi di samping laptop saya tinggal sedikit. Kiranya ngga ada 2 tegukan lagi paling sudah habis. Ohya, ini kopi oleh-oleh teman sepulang masa baktinya (Kuliah Kerja Nyata) selama dua bulan di Flores. Entah apa nama jenis kopi ini, yang pasti ini bukan bajawa, satu-satunya jenis kopi dari Flores yang saya tahu dan sering saya minum di warung-warung kopi di Jogja. Akhirnya kopi flores yang saya pernah minum bukan hanya bajawa. Dan akhirnya saya baru ingat…

Saya baru ingat ternyata sudah lama juga saya ngga nulis di sini. Jadi, selain emang lagi berusaha buat konsisten nulis di tapak.in saya juga sedang mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan di dalam/luar kampus yang sekiranya bermanfaat. Terutama kegiatan yang baru saja saya ikuti, menjadi panitia Carreer Days #20 ECC UGM. Kenapa kegiatan ini? Nanti saya ceritakan bagaimana perubahan mindset yang bisa terjadi dengan sangat drastis hanya karena kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari pagi hingga sore, dan melibatkan 35.000 pengungjung!
               
        Ini bukan pengalaman pertama saya menjadi panitia sebuah event. Bukan juga satu-satunya kepanitaan yang mengajarkan saya banyak hal. Singkat cerita, di kegiatan ini saya diamanahkan menjadi Liaison Officer (LO), yang katanya kebanyakan orang tugas LO itu ngga beda jauh sama pembantu. Yang saya rasakan kurang lebih sama, emang banyak bantu-bantunya. Tapi bedanya dilakuin dengan ikhlas, senang aja bisa meringankan kerja dari officer perusahaan yang jauh lebih berat tugasnya disbanding kami para LO. Hingga career days #20 akhirnya selesai, bersamaan dengan rasa syukur saya telah menjadi bagian dari acara yang luar biasa ini. Luar biasa buat siapa? Anggap saja hanya saya yang merasa acara ini luar biasa, karena begini ceritanya:
                
         Saya sempat ragu untuk menjadi panitia di acara ini karena berbagai alasan, baik khawatir dengan jadwal seleksi yang kemungkinan bentrok dengan acara lain maupun pelaksanaan di hari H yang bertepatan dengan weekend. Maklum, saya merasa kurang liburan di semester lalu jadi bawaanya ingin main melulu. Tapi dengan menghilangkan semua kekhawatiran, dan memantapkan diri untuk mengesampingkan ego untuk bersenang-senang --yang saya yakin senangnya hanya sesaat—akhirnya saya mendaftar menjadi panitia career days #20 di hari terakhir pendaftaran. Dengan menuliskan posisi sebagai pemandu ruang tes & announcer di kanan atas lembar pendaftaran, berkas saya antar ke Graha Karir ECC.
               
           Tiga hari berselang saya menerima sebuah pesan singkat, berisi informasi yang ditujukan kepada saya agar datang untuk melakukan psikotes & wawancara karena saya telah lolos proses seleksi berkas. Semua masih berjalan seperti rekrutmen panitia pada umumnya yang sering saya jalani, hingga tibalah proses seleksi wawancara. Saya tidak ingat nama observer yang mewawancarai saya (padahal saya menanyakan nama beliau). Selama wawancara, saya tidak ngeh kenapa arah pertanyaan selalu mengarah ke kemampuan melayani orang lain dsb. Saya anggap itu hal yang biasa dan berpikir semua pelamar ditanyakan hal yang serupa di divisi apapun mereka mendaftar. Kamis (18/8), sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia, pengumuman hasil seleksi panitia career days #20 pun dipublikasikan. Saya melihat nama saya terpampang di daftar panitia yang diterima di website ECC, namun sebagai LO!
         Sempat khawatir karena sekalipun belum pernah menjadi LO dalam sebuah acara, apalagi di acara ini harus menjadi LO orang-orang penting di perusahaannya masing-masing. Namun, dengan semangat setengah ke-pede-an saya mencoba mendalami peran LO ini dari artikel-artikel “bagaimana menjadi LO yang baik” yang tersebar di google. Acara kurang dari tujuh hari ketika saya tahu bahwa saya akan mendampingi PT. Nindya Karya Tbk, sebuah perusahaan konstruksi BUMN yang sudah pasti banyak diminati oleh job seeker. Persiapan pun saya mulai dengan melakukan research sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan ini.

         Tepat dua belas jam sebelum acara dimulai saya dihubungi oleh officer PT. Nindya Karya Tbk untuk dibantu guna mempersiapkan desain booth yang akan mereka tempati esok harinya. Dengan sigap saya memenuhi permintaan mereka yang masih dalam taraf wajar.

           Sabtu (27/8), career days #20 resmi dibuka. Terhitung ada 20 ribu pengunjung yang hadir di hari pertama dan 15 ribu pengunjung yang memilih hadir di hari kedua, Minggu (28/8). Benar saja, sebanyak 650 job seeker menyasar booth PT. Nindya Karya Tbk yang lokasinya cukup strategis. Pak Wisnu dan Pak Ridho, dua officer yang diutus PT. Nindya Karya Tbk di hari pertama sangat militan dalam menjaring para pelamar kerja di PT. Nindya Karya Tbk. Pak Akbar, officer lainnya yang baru datang di hari kedua juga sangat total dalam melaksanakan proses seleksi pegawai perusahaanya. Dari 650 pendaftar, hanya 83 peserta yang saya catat lolos seleksi awal untuk kemdian melenggang ke proses seleksi berikutnya.

Job seeker yang sedang mengantri giliran untuk melakukan tes.
Foto oleh: careernews.id

           Pak Wisnu meminta saya untuk menyampaikan informasi kepada announcer agar memberi tahu ke seluruh job seeker bahwa pengumuman yang mereka tunggu-tunggu sudah dapat dilihat di booth PT. Nindya Karya Tbk. Ada yang lolos, ada yang tdak. Saya melihat emosi yang tercampur dari seluruh peserta tes yang melihat pengumuman tersebut. Ketika saya masih tertegun melihat pemandangan tersebut, tiba-tiba Pak Akbar sudah duduk di samping saya, dan melempar pertanyaan singkat penuh makna.

          “Dapat pelajaran apa selama dua hari ini, Van?” Pak Akbar seakan penasaran, menanyakan apa yang didapat oleh LO-nya ini yang sudah dua hari mendampingi perusahaannya dalam proses rekrutmen.

        “Banyak pak. Tapi yang paling penting saya jadi memiliki cara pandang baru dalam rekrutmen dunia kerja. Saya kira dulu perusahaan sudah menarget akan meloloskan berapa pelamar dalam jumlah angka. Tapi setelah ketemu dengan bapak-bapak semua dan ikut melaksanakan rekrutmen PT. Nindya Karya selama dua hari ini saya jadi paham,” jawab saya setengah kaget.

       Pak Akbar tak menyanggah sedikitpun jawaban saya yang terbilang panjang jika melihat pertanyaan yang sesederhana itu. Tapi raut wajah puas terlihat sebelum akhirnya Pak Akbar menanggapi jawaban saya.

“PT. Nindya Karya sudah tiga kali ikut acara ini dan saya selalu menanyakan hal yang sama ke LO kami. Saya puas jawabanmu bikin kami lega, karena kamu selama dua hari ini bukan hanya dapet capek, tapi juga teredukasi,” Ungkap Pak Akbar.

Memang perusahaan memiliki standar yang sangat tinggi dalam rekrutmen pegawai baru. Banyak sekali persyaratan yang harus dicukupi oleh pelamar agar bisa mnejadi bagian dari sebuah perusahaan. Tapi satu hal yang baru saya pahami, ketika seseorang telah merasa memiliki seluruh kriteria dasar yang diminta perusahaan namun pada akhirnya ia gagal menjadi bagian dalam perusahaan tersebut itu bukan karena pribadinya yang belum cukup baik atau kalah baik dengan orang lain. Ini adalah faktor kecocokan!

“Makanya kamu jangan pernah berpikir setelah punya kemampuan akademis yang baik & dilengkapi skill berorganisasi lantas kamu bisa dengan mudah masuk ke perusahaan mana saja yang kamu mau. Kami dan banyak perusahaan lainnya menerapkan sistem kecocokan. Kalau kamu cocok dengan kultur perusahaan kami ya kamu lolos. Tau dari mana cocok atau tidak cocoknya? Saya sudah belasan tahun Van kerja di bagian HRD hehehehe,” jelas Pak Akbar

Saya pun paham bagaimana orang-orang yang memiliki kualitas diri yang baik akan sangat frustasi ketika menemukan dirinya yang sulit memasuki dunia pekerjaan. Bukan karena perusahaannya, tapi karena dirinya yang belum memahami bahwa ketika seseorang sudah melakukan apa saja untuk menjadi yang lebih baik, ia juga harus bisa menerima bahwa ia bukan yang terbaik dalam kasus tertentu, dalam sudut pandang orang-orang tertentu.

Kopi Flores ini sudah dingin. Langsung saja saya tenggak habis. Dan di akhir tulisan ini, saya berharap semoga ini bisa menjadi pelajaran bersama.
               

                Elvan Arydoni Budi Susilo


Comments

  1. good writing ELvan! Like (Y) tuliss lagi vannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weee haha tumben mampir mbak. Iseng aja ini udah lama ga ngeblog. Makasih mbak angi entar aku gantian baca blogmu deh hehehe

      Delete
  2. Wah, pengalaman bgus slama jadi panitia ...

    ReplyDelete
  3. Ka pertanyaannya apa aja ya? boleh kasih tau lebih spesifik?

    ReplyDelete

Post a Comment