Skip to main content

SUKSES BUKAN BERAWAL DARI KEGAGALAN, TAPI RASA INGIN BERHASIL.

             
“Sometimes we have to lose to win in the future”. Sebenernya gue sangat suka sekali dengan peribahasa epic itu. Tapi semakin lama gue amati, ternyata ngga begitu ya? Katanya kalo gagal itu kesuksesan yang tertunda? Katanya kalo gagal itu buat instropeksi diri? Dan katanya gagal itu perlu sebelum sukses? Absolutely yes! Tapi gue lebih suka menyebutnya dengan "gagal itu jatah", karena
manusia dilahirkan dengan jatahnya masing-masing. Kuping dua, mata dua, tangan dua, kaki dua, hati juga dua (bukan nyinggung jomblo). Nasib juga dua, yaitu sukses dan gagal. Gue percaya kegagalan akan membawa setiap pribadi ke arah yang lebih baik. Kegagalan akan menjadikan efek jera yang paling luar biasa bagi penderitanya. Jujur gue sangat akrab dengan kegagalan. Kalo lo teliti dengan kata-kata gue sebelumnya, itu bisa jadi efek domino. Gagal itu bisa jadi efek jera biar si penderita tidak lagi gagal, just it? Melakukan ribuan usaha 'hanya' untuk tidak gagal? Dan menganggap kesuksesan yang didapat itu keberuntungan? It's a bullshit bro! Saat berkali-kali gagal, dan menjadikan gagal sebagai motivasi, percaya deh, yang ada motivasi yang terbentuk cuma rasa takut kalo bakalan gagal lagi. Menurut gue, you get what you deserve depend on what you planned for. Ya kalo takut gagal, saat berhasil, lo lega karena tidak gagal. Tapi kalo niat dan keinginan lo berasal dari rasa ingin berhasil? It definitely different. Lo akan mendapat rasa puas yang susah buat diungkapin. Suatu perasaan senang yang jauh dari bayang-bayang kegagalan, karena memang niat awal lo tidak berasal dari ketakutan akan kegagalan.


                Bahasan gue diatas bukan berarti gue gak pernah gagal, “failed is my habit”. Karena jujur gue lebih sering gagal daripada berhasil. Tapi gue gak pernah phobia sama gagal. Karena niat dan keinginan gue berasal dari rasa ingin berhasil. Gagal? No prob! Seperti yang gue bilang sebelumnya, nasib manusia memang ada dua kok, gagal dan berhasil. Ini yang membuat gue percaya manusia akan selalu diberi giliran untuk merasakan keduanya. Tapi tergantung niat dan keinginan lo, yang akan mempengaruhi setiap hasil yang lo dapet dan bagaimana lo bisa nerima semua yang sudah terjadi. Karena hidup lebih tau mana yang kita butuhkan, dan bukan yang kita inginkan.

Comments

Popular posts from this blog

Terimakasih :)

XII Ipa 2, Terimakasih. Rabu, 30 Mei 2014                 Jam 4 pagi gue bangun dari kasur dan langsung buru2 nyalain tv karena pertandingan Liga Champions digelar saat itu. Tapi emang dasarnya apes, gue bangun pertandingan nya udah selesai. Tapi…. Madrid menang, gapapa deh jadi sedikit lega biarpun gak nonton. Hehehe.                 Permasalahannya gue bisa telat bangun buat nonton bola adalah, gue baruuuuu aja pulang jam 12 malem sampe rumah setelah melewatkan 4 hari spesial, istimewa, dan bersejarah dalam hidup gue. Gue baru pulang tour perpisahan SMA. Nah, yg gue akan bahas adalah tentang perpisahan SMA gue, bukan tentang Liga Champions nya loh ya hehehe.

Ketika Keinginan yang Tak Tercapai Benar-benar Digantikan Sesuatu yang Lebih Baik

Ngga gampang buat belajar semua ilmu yang ada di perkuliahan, sekaligus belajar nerima kenyataan ngga dapet jurusan yang diinginkan. Semua orang yang gagal untuk masuk jurusan yang mereka mau pasti sangat paham gimana beratnya menanggung dua hal itu...

Sedikit Sharing: Sebuah Pengalaman Dahsyat

             Cangkir kopi di samping laptop saya tinggal sedikit. Kiranya ngga ada 2 tegukan lagi paling sudah habis. Ohya, ini kopi oleh-oleh teman sepulang masa baktinya (Kuliah Kerja Nyata) selama dua bulan di Flores. Entah apa nama jenis kopi ini, yang pasti ini bukan bajawa, satu-satunya jenis kopi dari Flores yang saya tahu dan sering saya minum di warung-warung kopi di Jogja. Akhirnya kopi flores yang saya pernah minum bukan hanya bajawa. Dan akhirnya saya baru ingat…